Indahnya Wisata Kawah Putih Tinggi Raja Sumatera Utara

Share Sekarang !

Hai sobat Creo apa kabarnya, admin akan memberikan informasi seputar tempat wisata eksotik yang ada di kampung halaman admin, yakni Sumatera Utara. Sumatera Utara sebuah propinsi yang mempunyai keindahan obyek wisata Danau Toba nya yang sangat terkenal di Indonesia maupun dunia. Tetapi di Propinsi Sumatera Utara terdapat obyek wisata eksotis yang masyarakat Indonesia tidak begitu mengetahuinya. Namanya Kawah Putih Tinggi Raja, yang kalau di Jawa Barat mempunyai Kawah Putih Ciwidey. Namun keindahan Kawah Putih Tinggi Raja tak kalah dengan Kawah Putih Ciwidey Jawa Barat dan Danau Toba

Obyek wisata ini belum terekplorasi dengan baik, berada di tengah-tengah kawasan hutan pohon yang tinggi-tinggi membuat obyek wisata ini belum sangat dikenal. Kawah Putih Tinggi Raja yang terdapat di cagar alam seluas 176 hektare dan memliki lahan kawah seluas 4 hektare ini bagai mutiara di dalam lumpur. Tidak dapat dipercaya di tengah-tengah lebatnya hutan dan jalan untuk menuju kawah yang tidak begitu mulus terdapat keindahan yang mengagumkan, pengunjung pun akan dibuat terpesona dengan keindahan bukit putih kapur dan aliran air panas yang keindahanya menyerupai putih salju.

Baca Juga : Tempat Wisata Di Singapura : Tempatwisata.biz.id

Sumber air panas yang mencapai suhu sekitar 90 derajat celcius Kawah Putih Tinggi Raja ini berasal dari bukit-bukit kecil yang ada di daerah tersebut, sehingga air panas itu bisa untuk merebus telur hingga matang. Aliran air panas mengalir diantara bebatuan kapur yang berundak-undak, peristiwa ini menjadikan batuan tersebut menjadi putih bersih seperti salju. Sebagian orang menyebutnya dengan Salju Panas.

sungai tinggi rajaAda dua tempat yang bisa di kunjungi di area obyek wisata ini. Yang pertama adalah bukit kapur yang dilalui oleh aliran air panas yang membuat bebatuan ini menjadi indah dipandang mata, ada juga keindahan karpet alam yang terbentuk dari aliran sungai yang berlumut yang dilewati air panas menjadikan bebatuan tersebut seperti sebuah karpet yang berwarna hijau keputihan. Diatas juga terdapat sebuah kolam alam yang berluas tidak cukup besar yang mengeluarkan sumber air panas yang nampak bergelembung dari dasar kolam, yang tentunya pengunjung dilarang mandi di area itu. Aliran air panas yang melalui semak-semak pepohonan yang mengering dan berkumpul menjadi satu membentuk sebuah danau yang berwarna biru kehijauan yang amat cantik.

Tempat kedua berada di bawah tebing. Disini pengunjung bisa menikmati atau bermandi air. Terdapat sebuah aliran sungai yang sejuk dan air terjun yang mengalir dari bukit di atas menjadikan tempat ini tujuan berendam setelah pengunjung menikmati keindahan air panas diatas. Sumber air panas ini dipercaya mengandung belerang yang baik bagi kesehatan kulit bila dipakai untuk mandi atau sekedar untuk membasuh anggota badan.
Lokasi

Kawah Putih Raja Tinggi terletak di Desa Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, yang berada di ujung pelosok Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Akses Menuju Lokasi

Ada beberapa rute yang bisa dilaui untuk samapi ke kawasan Kawah Putih Tinggi Raja

  1. Medan-Lubuk Pakam-Galang-Dolok Raja Tinggi
  2. Dolok Masihul-Nagori Dolok-Dolok Tinggi Raja
  3. Medan-Lubuk Pakam-Galang-Bangun Purba-Dolok Tinggi Raja
  4. Tebing Tinggi-Dolok Masihul-Nagori Dolok-Dolok Tinggi Raja.

Semua mempunyai jarak tempuh yang sama yaitu 80 – 90 km denga waktu 3-4 jam dari Kota Medan.

Akomodasi

Karena tempatnya yang terpencil dan jauh dari kota, tidak terdapat penginapan atau hotel di area tersebut. Sebaiknya anda membawa bekal makan sendiri, karena jarang ditemui warung makan di obyek wisata tersebut.

Kolom Komenter Facebook

Related posts:

3 thoughts on “Indahnya Wisata Kawah Putih Tinggi Raja Sumatera Utara

  • Pingback: Pesona Air Terjun Bukit Gibeon Tobasa | Berita Creo Kreasi

  • Maret 3, 2018 at 3:10 am
    Permalink

    Tobatlah ak k sana. Punglinya banyak kali. Tempat pungli ad 10 tempat. Belum sampek udah koyak 150.000.premannya k bangetannn. Di bahaya boy. Banyak premanismeee.

    Reply
    • Juli 16, 2018 at 9:56 am
      Permalink

      wah beda saat sy dulu kesana ya,,belum ada pungli satu pun. pertama kali kesana masih alami di tahun 2011

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *